PARA penikmat film mungkin pernah menyaksikan 'Braveheart' karya aktor Mel Gibson yang menceritakan tentang perjuangan bangsa Skotlandia menghadapi kesewenangan kerajaan Inggris pada abad ke-13. Meski film tersebut dinilai tidak akurat dalam menceritakan sejarah yang sebenarnya terjadi, beberapa karakter di dalamnya, termasuk pemimpin bangsa Skotlandia, Sir William Wallace adalah tokoh yang benar-benar ada.
William Wallace adalah seorang bangsawan rendah Skotlandia yang menjadi tokoh sentral dalam perang Skotlandia melawan Raja Edward I dari Inggris pada 1297 sampai 1305. Perang sipil tersebut dipicu oleh meninggalnya Raja Alexander III yang memerintah Skotlandia pada 1286 tanpa adanya pewaris tahta.
Tidak adanya pewaris yang jelas itu dimanfaatkan oleh Raja Inggris, Edward I untuk memasukkan Skotlandia ke dalam kerajaannnya. Raja Skotlandia, John Balliol, terpaksa menyerah dan turun dari tahtanya setelah pasukan Inggris menghancurkan pasukan Skotlandia dalam Pertempuran Dunbar di Lothian Timur pada Juli 1296.
Di saat itulah William Wallace muncul dan memimpin pemberontakan bersama sejumlah pejuang Skotlandia lain seperti William the Hardy dan Andrew Morray.
Prestasi Wallace yang paling banyak dibicarakan adalah saat dia dan Moray memimpin pasukan Skotlandia memenangi Pertempuran Stirling Bridge pada 1297. Saat itu pasukan Wallace yang kalah jumlah berhasil menghancurkan pasukan Inggris di bawah komando Earl of Surrey, John de Warenne.
Kemenangan di Stirling Bridge membuat Wallace bersama rekan seperjuangannya, Andrew Moray dinobatkan sebagai pelindung Skotlandia, menggantikan Raja Skotlandia, John Ballioll yang menyerah kepada Inggris. Setelah memimpin penyerangan ke Inggris pada November 1297, Wallace diangkat diberi gelar ksatria atau Knight oleh salah satu dari Earl di Skotlandia.
Sir William Wallace. (Foto: Scotsman)
Sayangnya, pada 1298, Wallace dan pasukannya mengalami kekalahan dalam Pertempuran Falkirk dan dia terpaksa melarikan diri. Menyusul kekalahan tersebut, Wallace menyerahkan posisinya sebagai Pelindung Skotlandia kepada Robert the Bruce dan John II Comyn.
Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas Wallace setelahnya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa dia pergi ke Prancis untuk meminta bantuan Raja Prancis, Phillip V dalam menghadapi Inggris, sementara beberapa catatan menduga dia pergi ke Roma. Namun, pada 1304, Wallace kembali ke Skotlandia dan ikut ambil bagian dalam sejumlah penyerbuan kecil di Happrew dan Earnside.
Pada 5 Agustus 1305, Sir William Wallace akhirnya tertangkap setelah John de Mentith, seorang ksatria Skotlandia yang berpihak pada Edward I menyerahkannya kepada pasukan Inggris di Robsoyston. Dia dibawa ke Westminter untuk diadili atas kejahatannya pada warga sipil selama perang dan pengkhianatan.
Setelah diadili, pada 23 Agustus 1305, William Wallace dibawa ke Menara London kemudian dia ditelanjangi dan diseret dengan kuda menuju Smithfield. Di sana dia digantung, ditarik di kaki dan tangannya, dicekik di tiang gantungan dan dilepaskan saat masih bernafas sebelum isi perutnya dibakar dan kepalanya dipenggal.
Jasad Wallace kemudian dimutilasi dan dipotong menjadi empat bagian. Kepalanya diawetkan dalam toples, dipancang dengan tombak dan dipajang di Jembatan London, sementara kaki dan tangannya dipajang di empat tempat berbeda: Newcastle, Stirling, Berwick dan Petrh sebagai peringatan.
Wallace baru mendapatkan pemakaman secara simbolik pada 23 Agustus 2005, 700 tahun setelah eksekusinya. Untuk mengenang Wallace, sebuah plakat dipasang di dinding Rumah Sakit St. Bartholomew di Smithfiled, yang letaknya dekat dengan lokasi eksekusi pejuang Skotlandia itu. Pada 1869, Monumen Walace didirikan di dekat lokasi kemenangannya di Jembatan Stirling.