HISTORIPEDIA: Berlayar Perdana, Kapal Perang Termegah Swedia Malah Tenggelam Ditiup Angin

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 10 Agustus 2017 06:01 WIB
Bangkai kapal perang Vasa yang dipajang di Meseum Vasa, Stockholm, Swedia. (Foto: Wikipedia)
Share :

VASA adalah kapal perang Swedia yang dibuat pada awal abad ke-17 atas pesanan Raja Gustav II Adolf dengan tujuan meningkatkan kekuatan militer kerajaannya. Saat itu, pembuatan Vasa dirasa penting karena Swedia tengah terlibat perang dengan Persemakmuran Lithuania dan Polandia.

Sayangnya, meski diharapkan menjadi kapal perang terkuat Swedia, Vasa tidak sempat terjun ke medan pertempuran. Kapal megah itu tenggelam dalam pelayaran perdananya, bukan karena tembakan meriam, melainkan karena hembusan angin.  

Kisah mengenai Vasa, kapal perang megah Swedia dimulai pada Januari 1625 saat Raja Gustav II Adolf menyepakati kontrak dengan pembuat kapal Belanda, Henrik Hybertsson dan mitranya Arendt de Groote. Berdasarkan kontrak tersebut, Henrik dan Arendt harus membuat empat kapal baru untuk Gustav, salah satunya adalah Vasa.

Namun, pada 1627 di tengah proses pembuatan kapal, Henrik yang sebelumnya telah sakit parah akhirnya meninggal dunia. Pekerjaan Henrik kemudian diambil alih oleh asistennya Hein Jakobsson yang menjadi pimpinan proyek.

Dilansir dari Ancient Origin, Kamis (10/8/2017), Vasa diluncurkan pada musim semi 1627, di waktu yang hampir bersamaan dengan meninggalnya Henrik. Pembuatannya diselesaikan pada musim panas 1628. Kapal megah itu berukuran panjang 69 meter dan tinggi 50 meter diukur dari dasar sampai tiang tertingginya.

Dengan berat sekira 1.200 ton, serta dilengkapi 10 layar, 64 meriam, 120 ton pemberat dan ratusan patung, Vasa adalah pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat. Hanya saja, kapal megah itu memiliki sebuah masalah yang sama besarnya, ketidakstabilan.

Salah satu alasan yang menyebabkan munculnya masalah ini adalah perubahan yang terjadi pada Vasa sendiri. Dalam rencana awalnya, Henrik ingin membangun dua kapal kecil dan dua kapal besar. Awalnya, Vasa direncanakan sebagai kapal berukuran kecil. Tetapi, saat kapal itu selesai dibuat, Vasa justru menjadi sebuah kapal besar.

Ketidakstabilan Vasa telah menjadi perhatian dari angkatan laut Swedia yang khawatir kapal itu akan tenggelam. Namun, atas perintah raja untuk berlayar, Laksamana Muda Klas Fleming akhirnya memerintahkan kaptennya untuk membawa Vasa berlayar.

Pada 10 Agustus 1628, Vasa melakukan pelayaran perdananya. Tetapi baru menempuh 1.300 meter, tiupan angin kencang membuat kapal itu miring ke arah kiri. Karena lubang senjata terbuka, air pun masuk ke dalam kapal. Hanya dalam hitungan menit, Vasa yang megah telah tenggelam 32 meter di bawah permukaan air.

Insiden memalukan itu segera memicu dilakukannya penyelidikan. Henrik sebagai pembuat kapal menjadi kambing hitam. Karena pria malang itu telah meninggal dunia, maka tidak ada pembelaan bagi dirinya dan tidak ada hukuman yang dapat dijatuhkan. Kasus pun akhirnya ditutup.

Selama berabad-abad upaya untuk menarik Vasa ke permukaan telah beberapa kali dilakukan, tanpa ada yang berhasil. Setelah sempat terlupakan, pada 1950 kapal itu kembali ditemukan dan akhirnya berhasil diangkat ke permukaan pada 1961.

Kondisi Vasa yang semakin rusak setelah diangkat dari air membuat kapal tersebut membutuhkan perawatan yang terus menerus bahkan sampai hari ini. Meski begitu, Vasa tetap menarik banyak perhatian warga Swedia, karena dianggap sebagai simbol masa kala Swedia merupakan salah satu kekuatan besar di Eropa. Saat ini, kapal itu dirawat di Museum Vasa yang terletak di Ibu Kota Stockholm.  

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya