Cerita Veteran tentang Pesan Perang: Jangan Ambil Arloji dan Dompet Tentara Sekutu

, Jurnalis
Kamis 10 Agustus 2017 15:39 WIB
Veteran RI Mamun Permadi. (Foto: Nurfajerin Desiyani/Okezone)
Share :

BOGOR - Ma'mun Permadi (86) merupakan salah satu veteran di Bogor. Ia berjuang melawan Sekutu yang masih bertahan di Bogor, meski Proklamasi Kemerdekaan Indonesia telah dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Pria yang kini menjabat Sekretasis Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bogor itu mengisahkan pahit dan manisnya perjuangan mengusir negara-negara Sekutu. Ma’mun masih berusia 14 tahun ketika pertama kali mengikuti perang.

Masih terekam di ingatanya masa perjuangan melawan penjajah, meski usianya sudah lanjut. Ia dengan lugas menceritakan kejadian pada masa perang dulu.

Kala itu banyak rekan seperjuangannya yang gugur dalam perang, penyebabnya adalah persenjataan yang dimiliki Indonesia minim. Sekutu bersenjata lengkap sedangkan pasukan indonesia bersenjata bambu runcing dan golok.

Ma’mun menceritakan sepotong momen ketika ia dan temannya merebut senjata pasukan Sekutu saat penyerangang di kawasan Jalan Paledang, Bogor.

Sebelum merebut senjata, Ma'mun mengingat pesan sang guru bernama Nizam saat bergabung dikelompok Hizbullah yang merupakan seorang mualim. Ia selalu berpesan jika menemukan pasukan Sekutu yang gugur, maka janganlah mengambil barang-barangnya, ambil saja senjatanya jika ingin selamat.

"Guru saya berpesan, ia seorang mualim, jika menemukan pasukan Sekutu yang mati, jangan mengambil arloji, dompet dan lain-lain. Kita tidak akan selamat, cukup ambil saja senjatanya," ujarnya Ma'mun menirukan pesan gurunya beberapa waktu lalu ke Okezone.

Ternyata itu benar, teman seperjuanganya yang bergabung di Batalion II bernama Sarwanda dan Sarwandi mengambil barang-barang tentara Sekutu yang gugur. Berselang dua hari, mereka tertembak saat serangan merebut wilayah Jalan Paledang.

"Memang terbukti teman saya Sarwanda dan Sarwandi tertembak, saat sebelumnya mereka mengambil barang milik tentara Sekutu yang mati saat itu," pungkasnya. (abp)

[Baca Juga: Sang Veteran Ma'mun Permadi: Kami Serang Sekutu Pakai Bambu Runcing dan Golok]

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya