HISTORIPEDIA: Berperang dengan 300 Tentara, Raja Sparta Gugur dalam Pertempuran Legendaris di Thermophylae

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2017 06:01 WIB
Patung Leonidas di Yunani.
Share :

Pasukan Yunani yang terkumpul untuk mempertahankan Thermophylae diperkirakan hanya berjumlah 3.000 sampai 4.000 orang termasuk 300 tentara Sparta, hoplites. Mereka menghadapi pasukan Persia yang berkekuatan antara 70 ribu sampai 300 ribu personel.

Setelah menunggu selama empat hari, pada hari kelima pasukan Persia maju menyerang. Selama dua hari, pasukan Yunani berhasil membendung serangan frontal pasukan Xerxes dan menewaskan 10 ribu tentara Persia. Bahkan dua saudara Xerxes tewas dalam pertempuran tersebut.

Di hari ketujuh, tepatnya 11 Agustus 480 SM, seorang pengkhianat dari bangsa Malian, bernama Ephialtes menunjukkan jalur rahasia di gunung menuju garis belakang pasukan Yunani kepada Jenderal Persia Hydarnes. Saat itu, Leonidas yang telah memulangkan semua pasukan Yunani, bertempur untuk terakhir kalinya bersama 300 tentara Sparta, 900 helot atau budak dan 700 prajurit Thespia yang masih tersisa. Diserang dari kedua sisi, Leonidas dan seluruh pasukannya bertempur dengan gagah hingga tewas di Thermophylae.

Meski memenangkan Pertempuran Thermophylae, jumlah korban di pihak Persia begitu besar sehingga menimbulkan murka Xerxes. Begitu marahnya Xerxes sampai-sampai saat pasukan Persia mengambil jasad Leonidas, dia memerintahkan kepala raja Sparta itu dipenggal dan tubuhnya disalib. Perintah yang menurut ahli sejarah Persia, Herodotus, janggal jika melihat tradisi Persia yang biasanya memperlakukan prajurit pemberani dengan hormat.

Meski secara teknis Pertempuran Thermophylae adalah kekalahan bagi koalisi Yunani, keputusan Leonidas dan tentaranya untuk tidak menyerah dan bertempur di Thermophylae mengangkat moral pasukan Yunani sekaligus memberikan waktu bagi pasukan lain untuk mempersiapkan pertahanan menghadapi Persia. Peristiwa itu juga menjadi awal dari sejumlah kemenangan besar Yunani atas Persia yang pada akhirnya mengakhiri invasi kedua Persia ke Yunani pada 479 SM.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya