Gawat! Pejabat Tinggi PBB Sebut Myanmar di Ambang Genosida Etnis Rohingya

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Kamis 07 September 2017 11:36 WIB
Salah satu desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)
Share :

YANGON - Tindakan keras militer di negara bagian Rakhine, Myanmar telah diambang genosida dengan korban etnis Rohingya. Komentar ini disampaikan pejabat tinggi PBB, Adama Dieng.

Lebih dari 140.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan pecah di Rakhine 25 Agustus lalu. Militer Myanmar telah dituduh pmelakukan embunuhan massal dan pembakaran sistematis terhadap desa-desa Rohingya.

Kekerasan dipicu serangan gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos-pos polisi yang menewaskan sekitar 12 petugas. Militer Myanmar dan kelompok nasionalis dari komunitas Buddha melakukan pembalasan secara brutal. Sebanyak 370 orang yang diklaim anggota ARSA dibunuh dalam operasi militer.

Tapi ada laporan yang kredibel dari para aktivis menyebut sekitar 130 orang dibantai di satu desa, termasuk wanita dan anak-anak etnis Rohingya.

(Baca juga: Nah! Parlemen Arab Minta Pelanggar HAM Krisis Rohingya Dibawa ke Pengadilan Internasional)

”Ketika mereka dibunuh dan dipindahkan secara paksa atau sistematis, ini bisa merupakan pembersihan etnis dan bisa berarti kejahatan terhadap kemanusiaan,” Adama Dieng, yang menjabat sebagai penasihat khusus PBB untuk pencegahan genosida.

”Sebenarnya ini bisa menjadi pendahulu bagi semua kejahatan mengerikan, maksud saya genosida,” lanjut dia, seperti dikutip ABC, Kamis (7/9/2017).

”Kami belum sampai (ke kesimpulan genosida), kami tidak bisa mengatakan bahwa kita menghadapi genosida, tapi sekarang saatnya untuk bertindak,” paparnya.

(Baca juga: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya)

Istilah ”kejahatan terhadap kemanusiaan” dan ”genosida” secara hukum didefinisikan di bawah konvensi internasional. Sedangkan istilah “pembersihan etnis” tidak didefinisikan.

Genosida didefinisikan pada tahun 1948—setelah Holocaust Yahudi—sebagai tindakan yang disengaja untuk menghancurkan kelompok etnis, bangsa ras atau pun komunitas agama, secara keseluruhan atau sebagian.

”Saya akan ragu untuk mengatakan pada saat ini bahwa ada genosida (di Myanmar), walaupun itu terutama karena kurangnya bukti, ini masih merupakan kesimpulan yang masuk akal,” imbuh David Simon, direktur program studi genosida di Universitas Yale.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya