Melihat Lebih Dalam Sembayang Leluhur Jing He Ping bagi Umat Konghucu

Arsan Mailanto, Jurnalis
Jum'at 08 September 2017 07:31 WIB
Share :

BANGKA - Umat Khonghucu Bangka Belitung mengadakan sembayang leluhur. Sebuah acara yang digagas oleh Makin di Bangka Belitung. Sembayang Jing He Ping sembayang yang bermakna penghormatan untuk kedamaian para arwah dilaksanakan setiap bulan 7 Tgl.15 Kongzi Li / Imlek / Yinyang Li yang jatuh sekitar bulan 8 atau bulan 9 penanggalan .

Sembayang Jing He Ping ini telah lama dilakukan oleh umat agama Khonghucu, dahulu dikenal dengan nama Rujiao yaitu sejak zaman baginda Cheng Tang sekitar abad 18 Masehi.

Ketua Matakin Bangka Belitung Tjhia Tet Hian mengatakan, sembayang Jing He Ping dan sembayang Rebutan diadakan pada bulan 7 tgl 15 (Capgo) Kongzi Li /, karena dalam kitab Yi Jing atau Yak King bulan 7 tgl 15 Kongzi Li ini disimbolkan terwakili pada hexagram nomor 12.

Dengan kata lain diucapkannya, bahwa bulan 7 Kongzi Li ini disebut sebagai bulan kosong yaitu saat sifat Yin dan Yang pada bumi melemah pada titik yang paling nadir atau ekstrem. Hal ini menyebabkan pembatas antara alam Yin (non fisik) dan alam Yang (alam fisik/duniawi) menjadi tidak jelas atau tegas batasannya, berada pada titik yang paling lemah.

"Unsur-unsur Yin (arwah) ini menjadi bebas berkeliaran di alam Yang (duniawi). Maka, pada bulan 7 Kongzi Li ini umat Khonghucu mengadakan upacara sembayang bagi para arwah terlantar yang tidak mendapat perhatian dari keluarga atau keturunannnya, dengan harapan arwah-arwah ini menjadi tenang," ujarnya kepada Okezone saat menghadiri acara sembayang leluhur agama di Desa Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (7/9/2017).

Tjhia menyebutkan, arwah-arwah ini perlahan-lahan mampu melepas segala ikatan dan keinginan duniawi sehingga roh nya dapat dengan tenang kembali kepada Tian. Di dalam kitab Yi Jing (kitab perubahan) tersurat bahwa kehidupan adalah abadi, yaitu kehidupan di alam Xian Tian (alam rohani) maupun kehidupan di alam Hou Tian (alam duniawi). Bahwa, roh yang berasal dari Tian (Tuhan) di alam Xian Tian, dititahkan turun ke alam Hou Tian, lahir sebagai manusia dan setelah meninggal nantinya akan kembali ke alam Xian Tian.

"Sembayang Jing He Ping adalah kegiatan keagama Khonghucu yang sangat memperhatikan kesusilaan, baik untuk yang hidup maupun yang sudah meninggal. Setiap upacara memakai Li (Kesusilaan) demikian pula dengan upacara kematian bagi umat Ru (Khonghucu) sembayang merupakan hal yang pokok atau akar daripada agama," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya