Nepal sendiri baru saja mengalami perubahan besar dari bentuk negara kerajaan menjadi sebuah negara republik dan mengumumkan undang-undang baru dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan kestabilan yang politik dan pertumbuhan ekonomi yang mulai tampak di Nepal, Dubes Basnyat melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjalin hubungan yang lebih erat lagi dengan Indonesia.
“Demokrasi baru dan iklim politik yang stabil menawarkan kesempatan untuk pengusaha dan investor. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengundang Anda semua untuk datang ke Nepal sebagai investor, pengusaha atau sebagai turis,” ujar Basnyat saat berpidato di hadapan para tamu undangan.
Dubes Basnyat mengungkapkan, penunjukan Bally Saputra Datuk Janosati sebagai Konsul Kehormatan Nepal untuk Indonesia baru saja dilakukan pada Juli 2017, hanya beberapa bulan sebelum peresmian Konsulat Kehormatan di Jakarta. Bally Saputra yang dikenal sebagai pengusaha properti asal Sumatera Barat dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menjembatani hubungan antara Nepal dengan Indonesia, baik secara bisnis maupun diplomatik.
(Rahman Asmardika)