JAKARTA - Bagi masyarakat Jawa ada salah satu tradisi atau kebiasaan dalam menyambut tahun baru Islam yakni 'ngumbah' keris atau mencuci keris.
Kegiatan ini hanya dapat dilakukan di bulan-bulan suci dan dianggap sakral. Dimana pada bulan Suro ini dianggap bulan keramat yang dapat menambahkan kekuatan ghaib keris.
Dilansir dari berbagai sumber, disebutkan bahwa sebelum mencuci pusaka, harus melakukan puasa pati geni dalam ruang tertutup satu hari satu malam.
Kemudian sebelum malam 1 Suro, dilakukan perendaman pusaka menggunakan bahan-bahan khusus untuk menghilangkan karat. Juga untuk menjaga pamor (corak) keris agar kembali muncul.
Tradisi ngumbah keris memang mengundang banyak kontroversi. Hal ini disebabkan oleh guna dan manfaat mencuci keris itu sendiri.
Selain itu, tradisi ini juga sering dianggap musyrik bagi umat Islam seperti menuhankan keris dan menganggap barang mati dapat memberikan kekuatan ghaib.(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))