Sebetulnya, Jenderal Sutoyo merupakan salah satu dari beberapa perwira yang masih hidup ketika diculik, seperti halnya Mayjen TNI Siswondo Parman dan Mayjen Raden Soeprapto. Tapi sayangnya nyawa mereka tetap dihabisi di Lubang Buaya.
Kemudian pada tanggal 3 Oktober 1965, atas bantuan polisi Sukitman jasad Sutoyo berhasil ditemukan bersama ke enam orang lainnya di sebuah sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jenazah para pahlawan revolusi itu akan diangkat dengan memakai tali. Peralatan selam dipakai secara bergantian oleh pasukan Kipam KKo AL, RPKAD, dan penduduk setempat yang ikut membantu.
(ydp)
(Amril Amarullah (Okezone))