LISBON – Dua negara bertetangga di Semenanjung Iberia, Portugal dan Spanyol, dilanda kebakaran hutan pada akhir pekan lalu. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam kebakaran hutan di kedua negara. Kobaran api sulit dipadamkan karena kuatnya hembusan angin sebagai dampak dari badai.
Otoritas Perlindungan Sipil Portugal menerangkan, enam orang warganya tewas dan sedikitnya 25 lainnya luka-luka. Sebagian besar dari korban luka diketahui adalah anggota pemadam kebakaran.
Sementara itu, otoritas di wilayah Galicia, Spanyol, mengungkapkan tewasnya tiga orang akibat kebakaran. Dua dari tiga korban itu terperangkap di dalam mobil saat si jago merah mengamuk. Ribuan orang terpaksa dievakuasi karena api mulai menjalar ke wilayah padat penduduk.
Diwartakan ABC News, Senin (16/10/2017), otoritas di kedua negara sama-sama menyatakan bahwa angin kuat serta temperatur tinggi sebagai dampak dari badai Ophelia memperbesar api. Akan tetapi, otoritas tidak menutup kemungkinan adanya faktor manusia dalam memicu kebakaran tersebut.
Pemerintah Portugal mengumumkan status darurat untuk wilayah di sebelah utara Sungai Tajo. Juru bicara Otoritas Perlindungan Sipil, Patricia Gaspar, menyebut kebakaran tersebut sebagai hari terburuk pada 2017 terkait kebakaran hutan.