HARARE - Wakil Presiden (Wapres) Zimbabwe yang sebelumnya telah dipecat, Emmerson Mnangagwa akan segera dilantik menjadi pengganti Presiden Robert Mugabe. Media lokal melaporkan Mnangagwa akan resmi menjadi orang nomor satu di Zimbabwe lusa atau tepatnya pada Jumat 24 November 2017.
Sebagaimana dilansir dari Independent, Rabu (22/11/2017), Mnangagwa yang masih berada di luar negeri akan tiba di Harare dengan menggunakan maskpai Manyame Air sekira pukul 18.00 hari ini waktu setempat. Juri bicara parlemen menyatakan, Mnangagwa akan menjabat sebagai Presiden Zimbabwe sampai akhir tahun depan.
BACA JUGA: Delapan Hari Penuh Drama, Presiden Zimbabwe Akhirnya Resmi Mengundurkan Diri
Terpilihnya Mnangagwa untuk menggantikan Mugabe disambut antusias dan gembira oleh sebagian besar masyarakat Zimbabwe. Bahkan rakyat menunjukkan dukungannya secara langsung dengan turun ke jalan dan membawa spanduk bertuliskan berbagai macam kalimat dukungan seperti "Selamat datang kembali pahlawan kita" dan "Sesuai janjimu kau kembali. Selamat datang."
Salah seorang warga mengaku menyambut bahagia terpilihnya Mnangagwa karena mereka berharap sosok baru ini akan mampu membawa perubahan. Mnangagwa telah berhasil melalui krisis demi krisis dan dinilai paling cocok untuk memimpin negara. Namun, warga juga menegaskan jika Mnangagwa tak bisa membawa Zimbabwe ke arah yang lebih baik, maka ia juga harus turun.
BACA JUGA: Mugabe Lengser, Rakyat Zimbabwe Berpesta dan Berdansa di Jalan Ibu Kota
"Kami membutuhkan perubahan di negara ini, perubahan dalam segala hal. Kita harus mencobanya dan melihat. Jika dia tidak menghasilkan sesuatu, kami perlu mengubahnya lagi juga," ujar seorang warga bernama Nyarugwa.
Sebelumnya, Presiden Zimbabwe yang memimpin selama 37 tahun, Robert Mugabe resmi mengundurkan diri pada Selasa 21 November. Langkah tersebut mengakhiri krisis berkepanjangan selama delapan hari di ibu kota Zimbabwe, Harare, di mana kelompok militer mengambil alih ibu kota pada pekan lalu untuk menghalangi bangkitnya kekuasaan istri Mugabe dan faksi dalam partai Zanu-PF.
Mundurnya Robert Mugabe disambut suka cita oleh masyarakat negara di bagian selatan Afrika tersebut. Masyarakat Zimbabwe turun ke jalan untuk merayakan lengsernya Mugabe.
(Rufki Ade Vinanda)