Mnangagwa Tampil di Hadapan Publik Setelah Tiba di Zimbabwe

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 23 November 2017 04:02 WIB
Emmerson Mnangagwa saat tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya setelah kembali ke Zimbabwe. (Foto: Peninsula Qatar)
Share :

HARARE - Pemimpin baru Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mengatakan kepada kerumunan yang bersorak-sorai di Harare bahwa negara tersebut memasuki tahap baru demokrasi setelah pemecatan Robert Mugabe. Hal ini disampaikan Mnangagwa setibanya di Harare pada Rabu 22 November 2017.

Mnangagwa kembali ke negara itu setelah melarikan diri demi keamanannya setelah dipecat sebagai wakil presiden oleh Mugabe. Pemecatan yang dilakukan pada dua pekan lalu itu dilakukan untuk memperlancar jalan istrinya, Grace Mugabe, menjadi wakil presiden Zimbabwe.

"Orang-orang telah berbicara. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Hari ini kita menyaksikan awal dari sebuah demokrasi baru dan terus berlanjut," ujar Mnangagwa kepada ribuan pendukung yang berkumpul di luar kantor Partai ZANU-PF yang berkuasa di ibu kota, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (23/11/2017).

BACA JUGA: Emmerson 'Buaya' Mnangagwa, Calon Presiden Zimbabwe yang Kontroversial

Di hadapan pendukungnya, Mnangagwa mengaku akan memperbaiki keadaan di Zimbabwe seperti dulu kala. Zimbabwe pernah menjadi salah satu negara dengan ekonomi paling menjanjikan di Afrika. Namun, negara itu mengalami penurunan selama beberapa dekade karena Mugabe mengejar kebijakan yang mencakup perampasan peternakan komersial dan pencetakan uang yang menghasilkan hiperinflasi.

Akibatnya, sebagian besar warganya kini hidup miskin dan menghadapi kekurangan mata uang. Tak hanya itu, tingkat pengangguran di sana juga sangat tinggi. Hal inilah yang ingin diperbaiki oleh Mnangagwa.

"Kita ingin menumbuhkan perekonomian, kita menginginkan perdamaian di negara kita, kita menginginkan pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan. Kehendak rakyat akan selalu, selalu berhasil,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya