Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Anne Hediana Koesoemah, mengatakan, pihaknya berupaya untuk menyediakan anti difteri serum (ADS) dan eritromisin. Akan tetapi, pihaknya sempat menemukan kesulitan mencari ADS. Sebab, sudah tak diproduksi lagi. Mengingat, difteri ini penyakit yang dianggap telah hilang.
"Di Purwakarta juga, kasus difteri yang menghebohkan itu terjadi pada 2007 di Kecamatan Maniis. Setelah itu hilang. Tetapi, di 2016 kemarin kembali muncul," ujarnya.
(Baca Juga: 22 Orang Terjangkit Difteri, Dinkes DKI Minta Warga Waspada)
Terkait penderita Difteri, kata dia, data yang ada di dinasnya mencatat masih ada empat pasien yang dirawat di RSUD Bayu Asih. Penderita sudah diobati, lalu diberikan profilaksis terhadap kontak DNA dan pemberian imunisasi selektif. Upaya ini, merupakan salah satu cara penghentian transmisi difteri.
Seperti diketahui, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pernah memiliki riwayat penyebaran penyakit Difteri. Kasus ini, kali pertama ditemukan di wilayah Kecamatan Maniis. Kejadian itu, tepatnya pada 2007 lalu.