JAKARTA - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens memetakan, kelompok radikalisme di Indonesia bakal bersatu melawan petahana, Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.
"Jadi, Pilpres 2019 nanti menjadi pertarungan antara Jokowi dengan kelompok radikalisme," ujar Boni dalam dalam sebuah diskusi di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).
Karena jumlahnya yang masih kecil, Boni memprediksi kelompok radikalisme ini akan dirangkul oleh kelompok agama-politik yang cenderung bersifat pragmatis, seperti partai politik.
(Baca Juga: Besok, KPU Umumkan 14 Parpol yang Lolos di Tahap Verifikasi Faktual)
Selain itu, Boni juga menilai bergabungnya kekuatan kelompok radikal dan partai politik ini tersebut cenderung akan menggunakan isu-isu irasional untuk menggerus kepercayaan publik terhadap Jokowi sebagai lawannya di Pilpres 2019.