BANDA ACEH - Suasana Kuburan massal Ule Lheu Banda Aceh begitu hening. Satu per satu warga mulai berdatang sejak pukul 06.00 WIB pagi. Sebanyak 14.264 jasad disemayamkan secara bersama di sana.
Warga yang berdatangan ke lokasi kuburan massal Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, merupakan untuk berziarah dan zikir ke kuburan massal. Setiap tahun warga yang datang dari berbagai desa bahkan daerah di Aceh untuk mengenang sanak keluarganya yang menjadi korban tsunami.
Seperti halnya, Aminah asal Lampulo, Banda Aceh setiap tahunnya selalu menziarahi kuburan massal di mana anak dan suaminya ikut dikuburkan bersama ribuan jasad lainnya.
"Setiap tahun selalu kemari, mengirimkan doa untuk anak dan suami saya yang telah tiada," katanya.
Momentum peringatan 13 tahun tsunami Aceh, menjadi moment nostalgia baginya. Momen itu dijadikan sarana melampiaskan rasa rindu terhadap kepada keluarga tercinta.
"Sebenarnya tidak hanya waktu momen ini saja, asal udah kangen sama mereka saya selalu kemari untuk berziarah memanjatkan doa kepada mereka," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Rini, ayah dan adiknya menjadi korban saat 13 tahun tsunami silam. 26 Desember 2014, pagi itu saat berlarian mereka berpisah di tengah jalan.
"Ayah dan adik meninggal. Kita berpisah waktu lari ketika air tsunami datang. Hari ini tepat 13 tahun sudah kepergian mereka. Semoga ayah dan adik aman di sisi Allah," ujarnya menangis.
(Baca Juga: 4 Lokasi yang Jadi Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh 13 Tahun Lalu)
Disamping itu, di lokasi kuburan massal Ulee Lheue tersebut Forum Komunitas Gojek Aceh juga ikut menggelar doa dan zikir bersama. Kegiatan itu dilakukan untuk mengirimkan doa kepada saudara, keluarga dan sahabat yang telah tiada.
Dedi Almubaraq Ketua Forum Komunitas Gojek Aceh (FKGA), mengatakan kegiatan doa bersama itu diikuti oleh semua driver ojek daring yang di Aceh.
"Tujuan kita doa bersama ini dalam rangka memperingati 13 tahun tsunami Aceh. Jadi kita ikut berpartisipasi mengirimkan doa kepada saudara kita yang telah tiada," katanya.
(Baca Juga: Mengenang 13 Tahun Tsunami Aceh dengan Berkunjung ke Museum Tsunami)
Selain doa dan zikir bersama, Kadi Dedi FKGA juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim dan piatu yang ada di Banda Aceh.
Pantau Okezone, di lokasi kuburan massal juga dihadiri Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya.