Para remaja itu, kata Didi, sudah mengontrak sekira tiga bulan terakhir dengan biaya sewa sekira Rp500 ribuan per bulan. "Sebelumnya, pas awal-awal ramai geng motor emang mereka pernah kita gerebek sama warga. Mereka bikin celurit di kontrakan bukan yang ini. Tapi yang sekarang banyak orang barunya," terang Didi.
Ia menyatakan, akan lebih selektif lagi dalam memilih warga yang hendak tinggal di wilayahnya.
Sebelumnya, dalam penggeledahan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana. Petugas menemukan tujuh bilah senjata tajam dari berbagai jenis dan ukuran hingga VCD porno.
"Ini hasil dari pengembangan dari empat pelaku yang kami kejar. Sudah dua yang ditangkap lalu kami lakukan penggeledahan di sebuah kontrakan yang biasa mereka jadikan markas," ungkap Kompol Putu.
(Baca Juga: Dipulangkan, 19 Anggota Geng 'Jepang' Motor Sungkem ke Orangtua)