"Oleh karena itu, berharap semua kontestan pilkada lebih mengedepankan rancangan program yang rasional atau logis dan tentu mengedepankan kedewasaan politik pada pilkada tersebut," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyampaikan, isu SARA bakal bermunculan di daerah yang calon bersaing ketat sehingga segala cara terpaksa dilakukan untuk meraih kemenangan.
"Isu SARA di Pilkada 2018 sangat mungkin digunakan oleh calon atau partai terutama di daerah-daerah yang fragmentasi calonnya sangat tajam atau pun yang elektabilitasnya saling berkejaran yang elektabilitasnya itu sangat kompetitif," kata Titi kepada Okezone.
(Baca Juga: Marak Kampanye Hitam di Tahun Politik, Perludem: KPU dan Bawaslu Jadi Leading Sector)
(Arief Setyadi )