BANDA ACEH - Kepala Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Banda Aceh, Safrizal Rahman mengaku belum mengetahui kejadian meninggalnya seorang bayi asal Aceh Singkil, lantaran tidak ada perawat yang bisa memasang infus pada bayi tersebut usai melahirkan di RSUD Aceh Singkil, Aceh pada Kamis 28 Desember 2017.
"Maaf sampai saat ini saya masih di luar daerah dan belum mendapat laporan konkrit dari sana," kata Safrizal, saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (3/1/2018).
(Baca Juga: Miris! Bayi di Aceh Meninggal karena Perawat Tak Bisa Pasang Infus)
Safrizal juga mengaku, tidak mengetahui tentang hanya ada satu orang perawat di sana yang bisa memasang infus pada bayi. Dirinya pun ingin mencari kebenaran peristiwa tersebut.
"Beri saya waktu untuk mencari info di lapangan dulu ya," balasnya singkat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) Aceh, Fachrul Jamal juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengaku belum mengetahui tentang kabar meninggalnya bayi asal Aceh Singkil tersebut.
"Saya belum tahu, Mohon maaf," balasnya via WhatsApp saat ditanyai Okezone.
Diketahui peristiwa kematian bayi itu begitu cepat beredar luas di media sosial hingga ahkirnya menjadi viral. Pemilik akun Facebook @Herawati Hera asal Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil yang membeberkan kronologi wafatnya bayi itu dikarenakan perawat yang tidak bisa memasang infus pada bayi.
Sang pemilik akun menyebutkan bahwa petugas yang biasa memasang infus itu sedang dinas ke Kota Medan. Dia menceritakan bayi yang merupakan keponakannya sendiri itu lahir secara sesar pada Kamis 28 Desember 2017 sekira pukul 15.30 WIB.
Begitu keluar kamar operasi, bayi nampak dalam keadaan menangis dan diketahui bahwa berat badannya 2,6 kilogram. Saat itu juga bayi dari Hervina Vina itu dibawa ke ruang anak. Kemudian pada Jumat 29 Desember 2017 malam datang seorang dokter spesialis anak dan menyarankan pemasangan infus agar bayi bisa dimasukkan antibiotik.
"Tapi apa? infus tak terpasang juga, dengan alasan yang pandai masang infus bayi lagi on the way (otw) ke Medan. Setelah keluarga marah-marah, infus baru terpasang pukul 16.00 WIB sore. Sementara keadaan bayi sudah memburuk pukul 19.00 WIB malam," tulis Hera.
(Baca Juga: ABG Bonceng 3 Jatuh karena Ugal-ugalan, Netizen: Ngakak tapi Kasihan!)
Setelah lama menunggu lanjut Hera, dokter spesialis kemudian tiba namun keadaan bayi sudah kadung memburuk. Dan akhirnya pada pukul 20.00 WIB bayi malang itu dinyatakan meninggal dunia. Dokter spesialis itu dengan entengnya hanya bisa berujar "Maaf ini memang kelalaian kami pihak rumah sakit,"
"Yang saya pertanyakan, apakah RSUD sebesar ini cuma punya ahli pemasangan infus untuk bayi cuma dua orang?" Tolong untuk petinggi Aceh Singkil supaya ditambah ahli pemasangan infus untuk di RSUD ini. Kalaulah ahli pemasangan infus tidak di tempat, sudah matilah bayi-bayi yang ada ada di RSUD ini," keluh Hera.