BALIKPAPAN - Surat dari dua partai berbeda, yakni Hanura dan Nasdem mengenai kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Kaltim beredar di sejumlah grup WhatsApp. Kedua surat itu berisi dukungan ke Awang Ferdian-Nursyirwan Ismail sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).
Isinya juga meminta pimpinan daerah kedua partai untuk menjalin komunikasi politik dengan partai lainnya. Itu bertujuan untuk memenuhi syarat dukungan calon dalam Pilkada Kaltim 2018.
Beredarnya surat itu membuat Awang Ferdian angkat bicara. Dirinya sebagai kader dari PDI Perjuangan (PDIP) merasa perlu memberikan penjelasan atas dinamika politik yang terjadi.
"Pada 27 Desember 2017, saya dihubungi DPP PDI Perjuangan bahwa keputusan rapat, saya ditugaskan untuk berpasangan dengan Bapak Safaruddin sebagai cagub Kaltim dan saya sebagai cawagub," kata Awang Ferdian, Sabtu 6 Januari 2018.
Politikus yang merupakan anak dari Gubernur Kaltim Awang Faroek ini mengaku menjalin komunikasi politik ke Nasdem dan Hanura. Ketika itu, kedua partai itu belum menentukan sikap dalam Pilkada Kaltim 2018, mengingat PDIP perlu berkoalisi dengan partai lain dalam mengusung calon.
"Dalam komunikasi politik itu, Nasdem dan Hanura justru menghendaki saya maju sebagai bakal calon gubernur dengan alasan hasil survei dari sisi popularitas dan likeabilitas lebih baik," lanjutnya.
(Baca juga: Rapat Dadakan Demokrat Salah Satunya Bahas Ketidakadilan di Pilgub Kaltim)
Survei yang dimaksud Awang Ferdian berasal dari Pusdeham Unair. Hasilnya, popularitas, likeabilitas dan elektabilitas dirinya mencapai 75,2 persen lebih tinggi ketimbang Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang mencapai 63,2 persen dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sebesar 45 persen.
"Menanggapi hal itu, saya kembali melaporkan ke DPP PDI Perjuangan keinginan Nasdem dan Hanura agar saya diposisikan sebagai bakal cagub Kaltim," ungkapnya.
Awang Ferdian kembali menyinggung hasil keputusan DPP PDI Perjuangan yang menetapkan Safaruddin sebagai cagub dan dirinya menjadi cawagub Kaltim. Dirinya meyakini perkembangan politik ini menjadi pembahasan di DPP PDI Perjuangan.
"Saya masih menunggu keputusan pimpinan pusat dan secara pribadi juga pasrah, mengingat hal ini adalah kewenangan partai dalam menentukan pasangan calon yang akan berlaga pada Pilkada Serentak 2018," pungkas Awang Ferdian.
Sementara DPP PDI Perjuangan baru akan mengumumkan pasangan calon untuk Pilgub Kaltim pada Minggu, 7 Januari 2018, pukul 09.30 WIB. Pengumuman yang dilaksanakan di kantor DPP PDI Perjuangan juga untuk Pilgub Jabar, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
<div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8wNS8xLzEwNzQ2NS8wLw==" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>