RAMALLAH - Para pejabat tinggi Palestina dilaporkan akan menggelar pertemuan besar di Ramallah hari ini. Pertemuan tersebut diselenggarakan guna membahas tanggapan yang tepat atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Pejabat Palestina mengatakan, pada pertemuan itu terdapat beberapa opsi atau pilihan yang perlu dipertimbangkan. Langkah ini diambil Palestina untuk mempertanyakan tentang upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang nampaknya semakin menemui jalan buntu.
BACA JUGA: Israel Persulit Penyerahan Yerusalem Timur, Pemimpin Hamas Akan Bentuk Strategi
Sebagaimana diwartakan Asharq Al-Awsat, Sabtu (13/1/2018), pertemuan Dewan Pusat Palestina ini rencananya akan digelar selama dua hari atau sampai dengan Minggu 14 Januari. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dijadwalkan untuk membuka pertemuan itu dengan sebuah pidato singkat.
Seorang pejabat senior dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ahmed Majdalani mengatakan, sebuah komite akan dibentuk pada pertemuan itu untuk merumuskan tanggapan terhadap pengumuman Trump. Komite ini nantinya juga bertugas untuk merekomendasikan upaya lain guna memperbaiki hubungan Israel dan Palestina.