MANILA - Kepala Ahli Vulkanologi Filipina memperingatkan tentang kemungkinan letusan berbahaya dari Gunung Mayon akan terjadi dalam beberapa minggu atau bahkan dalam beberapa hari. Hal tersebut dipicu oleh magma yang terus menumpuk di puncak gunung berapi paling aktif di negara Asia Tenggara itu.
Gunung berapi setinggi 2.462 meter tersebut merupakan sebuah objek wisata di Provinsi Albay Tengah karena bentuk kerucutnya yang sempurna. Beberapa waktu terakhir, gunung tersebut memuntahkan abu, lumpur, dan batu. Akibat luapan tersebut, lebih dari 3.000 penduduk harus mengungsi.
BACA JUGA: Filipina Tingkatkan Status Gunung Mayon, Warga Dievakuasi
Dilansir dari Reuters, Senin (15/1/2018), Otoritas Bandara Manila mengatakan bahwa maskapai Cebu Pacific bahkan membatalkan penerbangan ke Kota Legazpi dengan alasan cuaca buruk.
Letusan Mayon yang paling merusak terjadi pada Februari 1841, ketika lava mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang. Ini terakhir meletus pada tahun 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi.