Solidum juga mengatakan bahwa Gunung Mayon belum menimbulkan banyak gempa vulkanik yang mendorong kenaikan status menjadi empat, yang mengindikasikan letusan eksplosif mungkin sudah dekat. Salah seorang dari pihak tanggap darurat sebelumnya mengatakan bahwa mereka mungkin harus melakukan evakuasi paksa jika peringatan tersebut dinaikkan menjadi empat.
Setelah letusan pada Sabtu 13 Januari dan terjadinya peningkatan lahar di kawah Gunung Mayon pada Minggu 14 Januari, status gunung tersebut dinaikkan menjadi skala tiga. Tingkat tersebut mengindikasikan letusan berbahaya kemungkinan akan terjadi dalam beberapa minggu, bahkan hari. Tingkat tertinggi dalam skala ini diindikasikan dengan skala 5.
Letusan Mayon yang paling merusak terjadi pada Februari 1841, ketika lava mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang. Selain itu, gunung teraktif di Asia Tenggara tersebut terakhir meletus pada 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)