Internal Hanura Resah, Kesolidan Partai Goyang Jelang Pemilu 2019

Muhamad Rizky, Jurnalis
Kamis 18 Januari 2018 15:31 WIB
Pelaksanaan Munaslub Hanura di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur (Foto: Ant)
Share :

JAKARTA - Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 sudah di depan mata. Namun, Partai Hanura justru diterpa badai politik, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan menggerus elektabilitas.

Wasekjen Hanura Tri Dianto merasakan keresahan tersebut dan berharap semua kader di internal sebaiknya menjaga kesolidan demi menyambut perhelatan pesta demokrasi pada 2019. Bahkan, kalau bisa Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tidak perlu digelar, dan ditunda dua tahun lagi, sesuai dengan agenda politik Hanura.

"Karena sekarang ini harus fokus untuk konsolidasi dan pemenangan pilkada serta persiapan Pemilu 2019. Kan energi Partai Hanura itu belum terlalu banyak dan kuat," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/1/2018).

(Baca Juga: Hanura versi Ambhara Akan Serahkan Daftar Kepengurusan ke Menkumham)

Tri Dianto menegaskan, ketegangan yang terjadi antara kubu Oesman Sapta Odang dengan Syarifuddin Sudding hanya membuang energi. Ia pun kembali mengajak kedua kubu untuk kembali bergandengan demi memenangkan Pemilu 2019.

"Yang di DPR ya fokus di DPR dan bina dapil-nya. Yang belum di DPR ya bantu konsolidasi organisasi dan bina calon dapil-nya. Yang mikir munaslub ya rapopo, tapi pelaksanaannya nanti saja dua tahun lagi. Jangan sekarang," ujarnya.

(Baca Juga: PDIP Prihatin Hanura Berantem)

Seperti diketahui, Pengurus Hanura kubu Sarifuddin Sudding memutuskan menggelar Munaslub untuk mengganti Oesman Sapta Odang lantaran dinilai melanggar AD/ART partai selama memimpin Hanura. Marsekal Madya (purn) Daryatmo pun resmi dikukuhkan dalam Munaslub yang digelar di DPP Partai Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya