Polemik Bandara NYIA, Pakualaman Diimbau Akomodir Aspirasi Warga

Antara, Jurnalis
Jum'at 19 Januari 2018 20:29 WIB
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

KULONPROGO - Proyek pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo, DIY masih menuai pro dan kontra. Menyusul penolakan dari sebagian masyarakat terdampak yang didukung elemen mahasiswa.

Mereka menolak proyek bandara baru itu lantaran dinilai hanya menguntungkan kelas menengah ke atas. Sementara mereka yang telah nyaman hidup bertani harus tergusur. Gejolak yang ditimbulkan tersebut menurut Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Junisab Akbar sebagai persepsi negatif seakan pembangunan itu aib semata.

Padahal pembangunan bandara modern itu justru menjadi prioritas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih tingkat kebutuhan penerbangan penumpang sipil terus meningkat. Menurut Junisab, saat ini sudah terbuka tabir kepada publik bahwa penolakan itu bermuara kepada suatu simpul persoalan lahan yang akan dibangun menjadi lokasi bandara.

"Dari simpul yang diduga kuat akibat dari persoalan intern di dalam Puro Pakualam sebagai pihak yang mendapatkan bagian pembayaran ganti rugi lahan paling besar atas pembangunan bandara baru tersebut, semua menjadi bergejolak seperti sekarang," tuturnya, Jumat (19/1/2018).

(Baca juga: Penggusuran demi Bandara Baru Yogyakarta, Warga Sebaiknya Diberi Pemahaman)

Semestinya lanjut Junisab, pihak keluarga Pakualaman turut meredam penolakan tersebut. Jika tidak, tentu masyarakat akan bertanya-tanya, mengapa mereka justru berdiam diri. "Kan persoalan penolakan itu terjadi di atas lahan mereka," imbuhnya.

Mantan anggota DPR itu menjelaskan, gelombang protes dari para penggarap di lahan Pakualaman Ground Kulonprogo yang kemudian melebar ke penolakan pembangunan objek vital (obvit) bandara berkelas internasional sebenarnya menjadi cacat moral bagi Pakualaman. Bandara NYIA lanjutnya, merupakan suatu keniscayaan untuk menjawab kebutuhan tingginya tingkat penggunaan moda penerbangan oleh warga dan atau pengunjung ke Provinsi DIY.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya