Mensos Pastikan Penanganan Gizi Buruk & Campak di Asmat Ditangani dengan Baik

Taufik Fajar, Jurnalis
Sabtu 20 Januari 2018 22:09 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Sebanyak 14 korban gizi buruk dan campak telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats. Evakuasi dilakukan oleh tim satgas terpadu yang dibentuk Kementerian Sosial (Kemensos).

Menteri Sosial Idrus Marham pun memastikan jika penanganan kasus gizi buruk dan campak di Agats Kabupaten Asmat tertangani dengan baik.

"Yang perlu diperhatikan satu bulan sejak pertama ditangani, perawatan anak-anak ini harus tuntas. Sebab kalau tidak, dikhawatirkan akan kembali terulang," kata Idrus dalam keterangannya, Sabtu (20/1/2018).

Dalam pengecekan lapangan, kata dia, tim terpadu diantaranya para dokter dan tenaga kesehatan, sudah bekerja dengan baik. Namun, Idrus memaklumi bisa saja ada beberapa warga yang mungkin belum tersentuh layanan kesehatan karena kontur medan yang sulit. Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan beras, sebanyak 3 ton.

"Ini bisa pastikan, bantuan ini sudah terdistribusi dengan baik," sambungnya.

 (Baca juga: Lemahnya Edukasi Kesehatan Jadi Faktor Gizi Buruk di Asmat)

Selain itu, Kemensos juga menyalurkan makanan tambahan, termasuk untuk anak- anak sebanyak 25.000 paket. Bantuan ini terkoordinasi melalui posko bantuan yang sudah didirikan dan bekerja dengan baik.

Kata Idrus, bantuan Kemensos di Agats sudah lebih tujuh tahun berlangsung, di antaranya melalui program Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang menyentuh 4 desa. "Ke depan ini bisa ditingkatkan lagi," kata Idrus.

 (Baca juga: Tim Terpadu Evakuasi 14 Balita Penderita Campak di Asmat)

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menyatakan, Kemensos akan membantu Kabupaten Agats dengan memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kemensos akan meningkatkan kepesertaan PKH dari 391 akan dikembangkan menjadi 13.000 keluarga.

"Untuk PKH nantinya tidak hanya dalam bantuan uang namun juga menerjunkan pendamping PKH. Saat ini baru ada 10 pendamping, dari yang dibutuhkan sebanyak 56 dengan rasio 1 pendamping terhadap 300 keluarga," kata Harry.

Kemensos juga akan memperkuat pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB). Harry memastikan akan membentuk beberapa KSB dengan bersinergi dengan Tagana.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya