Pidato Mike Pence itu sempat diganggu oleh anggota-anggota parlemen Israel dari suku Arab. Mereka kompak mengangkat tulisan dalam bahasa Arab dan Inggris yang berbunyi ‘Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina’. Para anggota parlemen tersebut lantas dikawal keluar dari ruangan.
Pria berambut putih itu hanya tersenyum melihat aksi protes sebagian legislator tersebut. “Sangat menyenangkan bagi saya untuk berdiri di hadapan demokrasi yang semarak ini,” tukasnya.
Juru bicara Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeinah, langsung merespons dengan mengatakan bahwa AS harus menjadi mediator (penengah) yang adil dalam proses perdamaian dengan Israel. Washington diminta agar mematuhi resolusi-resolusi dunia internasional.
BACA JUGA: PM Israel Yakin AS Akan Pindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem Tahun Ini
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel