Oposisi mengingatkan bahwa amandemen tersebut dapat membawa Filipina jatuh ke tangan diktator lainnya setelah Ferdinand Marcos. Apalagi ditambah dengan pernyataan Duterte yang mengagumi sosok Ferdinand Marcos serta memiliki kemiripan dalam memerintah.
Sementara itu, juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque mengatakan, Duterte tidak memiliki keinginan untuk menjabat lebih lama dari 2022. Bahkan, jika memungkinkan, Duterte lebih memilih untuk pensiun dini.
Sebagaimana diberitakan, Rodrigo Duterte mulai menjabat sebagai Presiden Filipina sejak 30 Juni 2016. Dengan demikian, periode pertama masa jabatannya akan berakhir pada 2022. Sosoknya yang sering tampil apa adanya membuat dirinya sangat populer dan disukai masyarakat Filipina.
(Wikanto Arungbudoyo)