JAKARTA - Operasi tambahan pada mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, berjalan lancar. Pihak keluarga pun berharap Novel bisa menjalani operasi utama pada bulan depan.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Jika nanti hasilnya bagus maka bulan depan bisa dilakukan Operasi utamanya," ujar kakak Novel Baswedan, Taufik Baswedan kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (17/2/2018).
Taufik mengungkapkan, operasi tambahan yang dilakukan adiknya itu memang dilakukan lantaran terjadi pelambatan pertumbuhan selaput di mata kiri Novel Baswedan.
Tim Dokter, kata Taufik harus memutuskan melakukan operasi tambahan lantaran bagian tengah pada mata kiri Novel belum tertutup oleh selaput kornea. Oleh karenanya, diputuskan lakukan tindakan medis tambahan.
"Operasi utamanya ditunda karena setelah ditunggu dalam beberapa lama belum juga tertutup selaput kornea. Maka dokter memutuskan untuk dilakukan operasi tambahan," papar Taufik.
Untuk saat ini, Taufik mengungkapkan bahwa Novel masih terus menjalani perawatan intensif oleh tim Dokter Rumah Sakit (RS) Singapura pasca-operasi tambahan pada mata kirinya.
"Alhamdulillah masih terus treatment (perawatan) mata kirinya pasca-operasi," ungkap Taufik.
(Baca: Teror Novel Baswedan dan Pelakunya yang masih misteri)
Novel Baswedan harus menjalani perawatan pada kedua matanya usai disiram air keras oleh orang tak dikenap. Setidaknya, Kasatgas penyidik korupsi e-KTP itu sudah menjalani perawatan medis selama 10 bulan.
Dia disiram air keras setelah melakukan Salat Subuh disekitar rumahnya yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada April 2017 lalu.
Kendati begitu, hingga saat ini, aparat kepolisian belum mampu mengungkap motif dari peristiwa yang disebut-sebut sebagai bentuk teror kepada Novel Baswedan itu.
(Mufrod)