JAKARTA – Partai Demokrat sedang merancang kekuatan untuk membentuk sebuah poros baru dalam menyonsong Pemilihan Presiden 2019. Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dikabarkan bakal bergabung dengan koalisi tersebut.
Poros baru itu disebut-sebut disiapkan untuk memunculkan capres alternatif selain petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
(Baca: Fadli Zon: Kami Akan Diuntungkan Adanya Poros Baru di Pilpres 2019)
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menilai hal tersebut bukan sebuah ancaman sama sekali bagi pihaknya yang telah mendeklarasikan Jokowi menjadi capres 2019. Namun, PDIP tetap bakal mencermati setiap gejolak politik yang ada dalam menyambut pemilu tahun depan.
"Kami terus mengikuti dan mencermati dinamika yang terjadi. Lanskap demokrasi memang selalu diwarnai pelangi aspirasi dan kontestasi pilihan. Sama sekali bukan ancaman," ujarnya, Sabtu (10/3/2018).
Ia melanjutkan, dalam memenangkan sebuah kontestasi politik dibutuhkan sebuah strategi yang tepat untuk menumbangkan lawan politiknya. Oleh karena itu, meski pihaknya tidak menganggap poros baru tersebut sebagai ancaman, PDIP tetap akan menyusun langkah-langkah yang sulit dibaca parpol lain.