"Bahkan katakanlah parpol yang telah mengumumkan calon presiden berbeda dengan Jokowi sekalipun kami akan buka ruang dialog itu. Kami mengambil inisiatif tersebut mengingat bangsa ini dibangun dari spirit gotong royong," tandasnya.
Sebelumnya, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meluncurkan sebanyak 12 nama cawapres yang dianggap layak untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.
Nama-nama itu yakni dari kalangan militer, Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), mantan Panglima TNI Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan.
Dari kalangan Ormas yakni Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua Umum GP Anshor NU Yaqut Chalil Qoumas, kemudian mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin. Sedangkan kalangan partai politik hanya Ketum Golkar Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
Kemudian dari kalangan pengusaha, Chairul Tanjung, Nadiem Makarim yang dikenal sebagai pendiri serta CEO Go-jek, pendiri Lion Air Rusdi Kirana. Kemudian kalangan profesional Mahfud MD dan dua perempuan yakni Sri Mulyani, dan Susi Pudjiastuti yang kini sebagai pembantu Jokowi di Kabinet Kerja.
(Awaludin)