PERUBAHAN iklim yang terjadi di bumi bertanggungjawab atas pertambahan luas Gurun Sahara selama 100 tahun terakhir. Berdasarkan sebuah penelitian baru-baru ini, luas gurun terbesar di dunia itu telah bertambah 10 persen sejak 1920.
BACA JUGA: Gurun Sahara dan Dua Kota di Arab Saudi Diselimuti Lebatnya Salju
Para peneliti dari University of Maryland mempelajari data curah hujan untuk mengukur perubahan batas gurun tersebut dan menemukan bahwa suhu musim panas yang lebih tinggi ditambah dengan musim dingin kering meningkatkan kegersangan keseluruhan tanah. Ekspansi gurun juga menimbulkan masalah bagi manusia dan ekosistem di Sahel, zona transisi antara gurun pasir dan tanah hijau yang subur di savanna di selatan.
"Tren di Afrika musim panas yang panas semakin panas dan musim hujan semakin mengering terkait dengan faktor-faktor yang termasuk meningkatkan gas rumah kaca dan aerosol di atmosfer," kata Direktur Program dari National Science Foundation, Ming Cai sebagaimana dilansir RT, Senin (2/4/2018).
"Tren ini memiliki dampak yang parah bagi kehidupan orang-orang Afrika."