Secangkir Kopi Ganjar Pranowo Jadi Pemisah Sekat dengan Masyarakat

Bramantyo, Jurnalis
Kamis 05 April 2018 15:55 WIB
Cagub Jateng Ganjar Pranowo berfoto dengan warga Kabupaten Rembang. Foto Okezone
Share :

REMBANG - Keliling pelosok Jawa Tengah untuk sosialisasaikan visi misi dan program kerjanya, calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lebih memilih 'bermalam' di rumah warga agar lebih mudah untuk menyerap apa yang manjadi aspirasi dari masyarakat.

Dengan gaya santai namun serius dalam menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat, membuat warga tidak lagi segan padanya dan mau terbuka.

Saat nginap di rumah wargapun Ganjar tak mau merepotkan. Meski tidur di gubuk reyot milik Patonah, nenek tua yang mengidap stroke, di desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Tegal.

Suasana kekeluargaan dan merasakan kesederhanaan hidup di masyarakat, Ganjar memilih berdialog dengan masyarakat dalam acara Ngopi Bareng Ganjar yang dikemas ringan tanpa adanya sekat dan protokoler yang terkesan kaku.

Dalam acara tersebut masyarakat bisa langsung "ngudoroso" apa yang menjadi uneg-unegnya. Ditemani kopi dan makanan tradisional daerah setempat suasana menjadi cair dan warga tidak akan segan kemukakan keluhannya.

Dengan komunikasi dua arah secara langsung pastinya akan ditemukan solusi yang terbaik ke depannya. Tak jarang pula Ganjar mendapat inspirasi untuk kerja-kerjanya ke depan.

Saat Ngopi Bareng di Desa Candimulyo, Kecamatan Seda , Kabupaten Rembang, (4/4/2018), Ganjar sebut saat kunjungan ke Wonogiri, dirinya bertemu kelompok wanita tani yang mengembangkan pertanian organik. Mereka mandiri, tidak bergantung pupuk subsidi. Ini inspiratif sekali.

"Sehingga saya jadi punya ide bagaimana buat gerakan organik di Jateng," ungkap Ganjar.

Kepada Ganjar, Darmanto salah satu warga yang hadir meminta bantuan khususnya mantri ternak (dinas peternakan) agar bisa membantu warga dalam mengembiakkan sapi-sapi mereka. Pasalnya mayoritas warga desa merupakan petani sekaligus "nyambi" jadi peternak sapi.

"Kami bingung mengawinkan sapi kok susah tidak hamil-hamil, kadang sampai 9 kali baru bisa," keluhnya di hadapan Ganjar.

Menjawab pertanyaan Darmanto Ganjar menyanggupi membantu kesulitan warga terkait ternak mereka yang kesulitan perkembangbiakannya. Bahkan Ganjar siap terjunkan penyuluh ternak handal ke kampung Candimulyo.

"Nanti saya kirim penyuluh ternak yang jempolan. Sapi kalau mau kawin itu cirinya tiga A, abang (merah), abuh (bengkak), anget (hangat). Coba didemek (disentuh) itunya," tutup Ganjar sambil bercanda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya