Sementara itu, Sejarawan UGM Djoko Suryo menjelaskan peran Sardjito dalam masa perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan sangat penting.
Sardjito membantu menyelamatkan obat-obatan dan vaksin pada saat pemindahan Institut Pasteur dari Bandung ke Klaten.
“Ketika Bandung diserbu pasukan Belanda, dia itu menyelematkan vaksin berguna untuk dikirim ke Yogya dan Klaten dengan menggunakan kerbau. Kemudian vaksinnya diambil dari kerbau itu dan dikembangkan untuk para pejuang," tutur Djoko Suryo.
Sardjito lahir di Magetan, Jawa Timur pada 13 Agustus 1889, dan menjadi rektor pertama UGM dan rektor ketiga Universitas Islam Indonesia (UII). Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito di Yogyakarta.
(Salman Mardira)