Ibu Ditelan Ular di Muna: Seberapa Besar Peluang Piton Mangsa Manusia?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 19 Juni 2018 08:19 WIB
Ular sanca (Getty Images)
Share :

Dan akhirnya ular sanca itu yang terbunuh dan jadi santapan warga desa.

Bagaimana dengan Hewan-Hewan Besar Lainnya?

"Ular piton hanya menyantap mamalia," kata Low menggaris bawahi, meskipun mereka kadang-kadang memangsa reptil, termasuk buaya.

Awalnya mereka memangsa tikus dan hewan-hewan kecil lainnya, katanya, "tapi setelah mencapai ukuran tertentu, mereka hampir tidak menghiraukan tikus dan hewan-hewan sejenisnya lagi, karena asupan kalori yang akan didapat sudah tidak mencukupi."

"Intinya mereka bisa memakan mangsa sebesar mungkin." Seperti babi atau bahkan sapi.

Hak atas foto Kepolisian Sulawesi Barat Kadang-kadang mereka salah perhitungan juga dalam memilih santapannya. Pada tahun 2005 seekor ular Sanca Burma berusaha menelan bulat-bulat seekor buaya.

Yang terjadi, kedua hewan itu mati: buaya bisa ditelan sebagian, namun mengakibatkan perut ular itu pecah saat memamahnya. Bangkai keduanya ditemukan oleh para penjaga hutan di Florida.

Tapi pemburu oportunistik ini bisa memilih-milih mangsa juga. Jika mereka tidak mendapat mangsa yang benar-benar cocok, mereka bisa menyantap yang kecil-kecil untuk sementara sampai akhirnya mereka menemukan mangsa yang cukup besar.

Tapi manusia tetap tak masuk dalam menu utama mereka.

Pada tahun 2002 seorang bocah lelaki berumur sepuluh tahun dilaporkan telah ditelan oleh seekor ular piton di Afrika Selatan, tapi yang disantap sang korban bukan dewasa, dan pemangsanya bukan sanca kembang seperti ular yang memangsa Wa Tiba di Muna, maupun Akbar di Mamuju, Sulawesi Barat setahun sebelumnya.

Tentang ular sanca kembang:

• Hewan ini merupakan ular terpanjang di dunia.

• Panjang ular ini diyakini mampu mencapai lebih dari 10 meter.

• Berdasarkan catatan Guinness World Records, ular piton yang berhasil ditangkap dan dimasukan ke penangkaran di Kansas City, AS, memiliki panjang 7.6 meter.

• Hewan ini tinggal di dalam hutan, biasanya jarang terlihat dan takut terhadap kehadiran manusia.

• Seringkali dianggap sebagai hewan suci di beberapa wilayah di Indonesia.

• Merupakan salah satu dari puluhan spesies python, yang ditemukan di Afrika sub-Sahara, Australia, Nepal, India, Sri Lanka, Burma, Cina, dan Asia Tenggara

Pakar ular dari Universitas Brawijaya, Malang, Nia Kurniawan, mengatakan kepada BBC Indonesia dalam wawancara sebelumnya bahwa ular sanca sensitif terhadap getaran, kebisingan dan panas dari lampu, sehingga mereka biasanya menghindari pemukiman manusia.

Tapi mereka, katanya, bisa mengingat tempat perburuan.

Bisa jadi kebun sayuran milik Wa Tiba itu dulunya adalah hutan tempat ular itu berburu mangsa. Dan Wa Tiba disangka mamalia buruan.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya