2050 Jakarta Utara 'Tenggelam', Peneliti Tegaskan Ada Datanya, Bukan Mengada-ngada

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 13 Agustus 2018 09:13 WIB
(Foto: BBC Indonesia)
Share :

Dipompa dari dalam bumi, air ini tidak hanya digunakan oleh gedung-gedung tinggi. Menurut Heri, saat ini sudah banyak perumahan warga yang menggunakan air-tanah dalam, karena air tanah yang lebih dangkal 'sudah tercemar'.

BBC News Indonesia pun mendatangi sebuah kompleks perumahan di Kebon Kacang, Tanah Abang. Suara deru pompa air setiap malam terdengar bising di gang-gang perumahan itu.

Mayoritas perumahan di sana telah diubah menjadi kos-kosan bertingkat, setidaknya dua lantai. Salah satunya dimiliki Hendri. Dia telah menggunakan air tanah sejak kos-kosan itu berdiri 10 tahun lalu.

"Awalnya airnya hitam sih, ada tanahnya, tapi lama-kelamaan bersih. Lebih gampang juga pakai air tanah, mandiri, enggak bergantung sama PAM. Apalagi kos-kosan begini kan butuh banyak air," kata Hendri.

Dan nyaris seluruh kos-kosan di gang sepanjang 200 meter itu menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih mereka.

Heri menegaskan solusi untuk penurunan tanah sebenarnya sangat sederhana.

"Kalau pengambilan air-tanah dalam dihentikan, penurunan permukaan tanah juga berhenti," tegasnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya