"Kesimpulan sementara ke 12 orang, yang lain hanya tergiur oleh ajakan stetmen dari ibu as di medsos sehingga berdatangan, ada dari Jatim dan Jabar ingin mengorek dari ibu AS ini kesimpulan sementara," tegas Komarudin.
Sebelumnya, Komarudin menjelaskan, Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur yakni Aisyah Tusalamah berpedoman pada Alquran. Namun, salah menafsirkan ayat-ayat dalam Alquran.
Alquran yang Ratu Kerajaan Ubur-ubur baca yakni Tafsir yang disusun Zainuddin Humaidy cetakan ke lima tahun 1957.
Dia menambahkan, Alquran tersebut kini menjadi barang bukti dan sedang dikaji oleh Polres Serang Kota untuk mengetahui apa motif wanita asal Sumedang itu menyebakan ajaran yang dinilai sesat.
"Kami kaji memang di dalam Alquran ini ada beberapa poin yang ditandai beliau, ini disimpulkan sendiri," ujarnya.