Dijelaskan Ibnu, saat ini ada 25 desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Kendala yang dihadapi Tagana saat melakukan dropping yakni medan yang sulit, khususnya di sejumlah desa yang ada di Pegunungan Menoreh.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi, menyatakan saat ini ada 23 desa yang menjadi daerah prioritas penanganan bencana kekeringan. Puluhan desa tersebut mengajukan permohonan air bersih sejak beberapa bulan lalu.
Saat ini Pemkab Kulonprogo memiliki enam truk tangki yang digunakan untuk dropping air bersih. Seluruh air saat ini masih diambil dari PDAM Kulonprogo dan menggunakan anggaran dari coorporate social responsibilities dan dana tak terduga milik Pemkab. "Ada truk tangki milik PMI, Tagana, dan BPBD, semua dikerahkan untuk menyalurkan bantuan air bersih," kata Ariyadi.
(Khafid Mardiyansyah)