Pesawat tersebut pertama kali diumumkan akhir pekan lalu oleh Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami yang mengatakan bahwa Iran akan memamerkan pesawat buatan dalam negerinya pada Rabu.
BACA JUGA: Iran Klaim Produksi Rudalnya Meningkat 3 Kali Lipat
Hatami mengatakan, Iran bertindak dalam kerangka strategi pencegahan aktif untuk "memperoleh apa pun yang diperlukan untuk pertahanan negaranya." Dia juga menyatakan bahwa Iran terus mengembangkan sistem pertahanan rudalnya.
Diumumkannya program persenjataan Iran ini dilakukan di saat Teheran menghadapi ancaman sanksi baru dari Washington setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari Perjanjian Program Nuklir Iran Mei lalu. Trump mengatakan, Perjanjian Program Nuklir yang ditandatangani pada masa pemerintahan Presiden Obama tidak cukup baik dan menuntut dilakukannya revisi.
(Rahman Asmardika)