KARANGANYAR - Jenazah Pratu Freddy Adina (26), anggota TNI dari kesatuan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Sukoharjo yang tewas setelah baku tembak dengan anggota OPM dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, (TPM) Karanganyar.
Sebelum dimakamkan di TPM, jenazah Freddy yang tiba di Bandara Adisoemarmo pada Senin (20/8) Pukul 23.00 WIB disemayamkan terlebih dahulu di Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan di Kartasura. Sebelum dibawa ke rumah duka, di Dukuh Dungsari, Dusun, Karang Bangun, Matesih, Karanganyar sebelum dimakamkan.
Pantauan Okezone, sebelum dimakamkan, prosesi penyerahan jenazah pada negara dilakukan terlebih dahulu dengan cara adat jawa.
Pantauan di lokasi pemakaman Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bhakti, Karanganyar, selain pihak keluarga hadir Kolonel Inf Vivin Alfiyanto (Asops Danjen Kopassus), Letkol Inf Edwin (Wadan Grup 2 Kopassus), perwira Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura.
Puluhan pasukan Kopassus dengan 'baret merah' dan bersenjata lengkap terlihat bersiaga menunggu kedatangan jenazah Pratu Freddy di tangga menuju pemakaman yang sudah disiapkan sejak kemarin siang.
(Baca juga: 2 Anggota TNI Tewas Ditembak KKB saat Akan Beri Bantuan ke Anak-Anak Papua)
Dalam sambutannya, Wadan Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Edwin menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga atas gugurnya Pratu Freddy Adina saat menjalankan tugas di Papua.
Pratu Freddy sendiri merupakan anggota TNI dari Kesatuan Grup 2 Kopassus, dengan jabatan terakhirnya Basandha 4/3/2/21.
Dengan diusung rekan sesama anggota Kopassus, jenazah tiba dan sebelum dimasukkan ke liang lahat, kedua orang tua Pratu Freddy melakukan tabur bunga.
Suasana haru begitu terasa, bahkan semua yang hadir di lokasi pemakaman tak kuasa menahan tangis menyaksikan ibunda almarhum mengantarkan putranya ke peristirahatan terakhir. Tak kuat menahan sedihnya, sang ibu akhirnya jatuh pingsan dan terpaksa digotong keluar area pemakaman.
Usai pemakaman, Giyatno, anggota keluarga almarhum menyampaikan, Pratu Freddy merupakan sosok yang baik dan menghormati orang tua. Pertemuan terakhir dengan Freddy terjadi sebelum Lebaran tahun ini. Freddy pulang sekaligus pamitan akan berdinas ke Papua.
“Sosoknya baik, terakhir ketemu saat menjelang Lebaran lalu. Freddy pamit akan ke Papua untuk melaksanakan tugas negara. Namun empat bulan di Papua, kami menerima kabar jika Freddy gugur," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)