Menlu Retno: Ada Kejutan Penyambutan Presiden Jokowi di Korsel

Antara, Jurnalis
Senin 10 September 2018 00:13 WIB
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Korea Selatan. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Share :

SEOUL – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengungkap akan ada kejutan saat upacara penyambutan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Istana Changdeok-gung.

"Jadi, menurut informasi dari mereka dan Pak Dubes (Umar Hadi) juga menyampaikan bahwa 'welcoming ceremony' yang pertama dilakukan dengan cara seperti ini. Saya belum tahu. Ada kejutan," kata Menlu Retno saat konferensi pers di Hotel Lotte Seoul, Minggu 9 September 2018.

Namun, ia belum mengetahui kejutan apa yang akan diberikan Pemerintah Korea Selatan saat menyambut Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Retno hanya mengungkapkan bahwa upacara penyambutan kedatangan Presiden Jokowi dalam rangka kunjungan kenegaraan akan dilaksanakan di dua tempat, yakni "welcoming ceremony" di Istana Changdeok-gung dan pertemuan bilateral di "Blue House" (tempat berkantor Presiden Moon).

"Penyambutan di dua tempat berbeda. Ini ada kedekatan khusus antara Presiden Moon dan Presiden Jokowi," kata Retno.

Menlu mengatakan bahwa Presiden Moon ketika berkunjung pada November 2017 juga merasa sangat dihormati Presiden Jokowi dan juga sambutan luar biasa masyarakat Indonesia.

"Saya kira Beliau ingin membalas rasa hormat tersebut kepada Presiden Jokowi," ucap Retno.

Selain itu, lanjut dia, kejutan penyambutan ini juga kerena hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan sangat bagus. Pada tahun lalu, misalnya, kedua negara memiliki kerja sama yang disebut "special strategic partnership".

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana, kata Retno, baru saja tiba di Seoul sekira pukul 21.22 waktu setempat dalam rangka melakukan kunjungan kenegaraan. Ini kunjungan balasan Presiden Jokowi terhadap kunjungan Presiden Moon pada 2017.

"Tahun ini merupakan tahun yang penting juga bagi Indonesia-Korea Selatan, karena kita memperingati 45 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia-Korsel," jelasnya.

Retno mengatakan bahwa pada Senin 10 September merupakan hari yang sangat padat bagi Presiden karena sekira 10 agenda dalam rangka kunjungan kenegaraan di Korea Selatan.

Retno menyebut agenda Presiden Jokowi selama di Korea Selatan di antaranya pertemuan "one-on-one" dengan pengusaha swasta Korsel, ada pertemuan "business forum", upacara penyambutan dan pertemuan bilateral, hingga pernyataan pers bersama dengan Presiden Moon.

Selanjutnya Presiden Jokowi juga diagendakan meletakkan karangan bunga di makam pahlawan, santap siang di KBRI, meluncurkan portal perlindungan WNI, serta menghadiri jamuan makan malam Presiden Korea Selatan.

Presiden Jokowi berkunjung ke Korea Selatan selama tiga hari, yakni 9 sampai 11 September 2018. Selanjutnya akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam pada 11 hingga 12 September.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya