Berdasarkan pengalaman kegiatan di Tahun 2017 lalu, dari target yang dipatok awalnya sebesar 1.000 mempelai, tapi kenyataannya yang ikut hanya berjumlah 500 pasangan.
"DKI kemarin itu dari target 1.000, kita sudah kasih waktu untuk cari calonnya ini. Ternyata kita cukup kesulitan jadi terbalik ini kondisinya. Jadi waktu itu kita cuma dapat sekitar 100-an dipaksa baru dapat enggak bisa dapat 500 padahal targetnya itu," ujarnya.
Saefullah mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan anggaran itu dihapus oleh legislatif. Ini akan menjadi pelajaran pihaknya agar ke depannya untuk lebih matang dalam membuat suatu program.
"Jadi diinventarisir dulu, memang pemerintah pemerintah harus hadir kalau masyarakat seperti ini (tidak berpartisipasi), tapi diinventarisasi dulu baru diajukan (anggarannya)," jelasnya.
Acara nikah massal sebelumnya pernah digelar pada malam tahun baru, 31 Desember 2017. Saat itu, nikah massal digelar di area park and ride di Jalan MH Thamrin.
(Rachmat Fahzry)