Ia mengungkapkan, sebanyak 1.420 tahanan dan narapidana yang kabur itu di antaranya dari Lapas Palu sebanyak 515 orang (tersisa 66 orang), Rutan Palu sebanyak 410 tahanan (tersisa 53 orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan (LPP) Palu sebanyak 72 narapidana (tersisa sembilan orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Palu 24 orang (tersisa lima warga binaan) dan Lapas Donggala 342 narapidana kabur semua.
Menurut dia, kaburnya para tahanan dan narapidana ini karena secara naluriah butuh keselamatan jiwa dan juga khawatir keadaan keluarga mereka di luar. Saat ini terdapat 15 UPT di wilayah Sulawesi Tengah dan delapan di antaranya terkena dampak gempa.
Total penghuni di Sulawesi Tengah saat ini mencapai 3.220 dan yang berada di luar saat ini sebanyak 1.420, sehingga yang tersisa 1.795 narapidana dan tahanan.
(Fiddy Anggriawan )