Ini Penyebab Gempa Susulan Masih Terus Melanda Palu-Donggala

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis
Sabtu 06 Oktober 2018 12:33 WIB
Kondisi Kota Palu beberapa hari setelah gempa dan tsunami (Taufik Fajar/Okezone)
Share :

JAKARTA – Gempa susulan masih terus terjadi di Sulawesi Tengah (Tengah) setelah lindu 7,4 skala Richter (SR) yang disusul gelombang tsunami menerjang pesisir Palu, Donggala dan Sigi, pada 23 September 2018. Apa faktor pemicunya?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga, Sabtu (6/10/2018) pukul 05.00 WIB tadi, sedikitnya 450 gempa susulan melanda Sulteng pascagempa 7,4 SR yang berpusat di Donggala. Hanya saja, frekuensi dan intensitas gempa tersebut terus menurun. Kekuatannya juga jauh di bawah 7,4 SR.

Ahli geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI) Reza Syahputra mengatakan bahwa gempa susulan yang terus terjadi pascagempa besar merupakan fenomena biasa.

Tsunami Palu (Istimewa)

“Gempa susulan sering terjadi karena patahan batuan mencari keseimbangan. Karena patahan tersebut skalanya besar, maka terjadi stabilisasi untuk kembali ke kondisi normal. Posisi batuan kadang-kadang kalau posisinya belum pas, maka akan selalu mencari keseimbangannya, ini yang menimbulkan guncangan” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Universitas Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya