Hilangnya Khashoggi telah mengancam hubungan Arab Saudi dan Turki yang sudah buruk. Selain itu, insiden itu menimbulkan pertanyaan tentang kerajaan itu serta tindakan yang dilakukan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang banyak ditulis oleh Khashoggi.
“Kalau laporan pembunuhan Jamal benar, ini merupakan sebuah tindak biadab dan tidak bisa dimengerti,” kata redaktur Washington Post, Fred Hiatt. “Jamal adalah seorang jurnalis yang berani dan berkomitmen. Dia memiliki rasa cinta kepada tanah airnya dan keyakinan mendalam terhadap kemanusiaan dan kebebasan.”
Washington Post mengutip satu pejabat yang tidak mau disebutkan namanya, penyelidik yakin sebuah tim beranggotakan 15 orang datang dari Arab Saudi, dan pejabat itu menambahkan, ini merupakan pembunuhan yang telah direncanakan.
(Rachmat Fahzry)