Namun untuk menemui belasan orang gila itu bukan pekerjaan gampang, dia harus berkeliling dari desa ke desa.
"Mereka itukan tidak pernah menetap. Pindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi harus keliling mencarinya. Jadi saya setiap harus memberikan makan mereka. Tapi kalau saya lagi tidak punya uang, nunggu besok atau lusa baru beri makan. Jadi memang paling sedikit Rp140 ribu perhari," ucapnya.
Selain memberikan makan, ayah satu orang anak juga melakukan rutinitas memotong kuku dan rambut orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan itu. Kadang ia juga memberikan baju kepada mereka.
"Kadang untuk memotong kuku ataupun memotong rambut mereka ada perasaan cemas, takut mereka meronta dan melawan. Namun alhamudillah, selama 10 tahun saya mengurus mereka, tidak ada hal yang membahayakan jiwa saya. Selagi kita baik, mereka menurut. Allah kan meminta kita berbuat baik kepada mahluk hidup, termasuk hewan, apalagi ke sesama manusia," imbuh pria berusia 34 tahun ini.
(Rachmat Fahzry)