Prancis Kembali Bergolak: Berikut yang Perlu Diketahui Tentang Gerakan Rompi Kuning

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 08 Desember 2018 21:48 WIB
Gerakan rompi kuning di Prancis. (Foto: AFP)
Share :

Tujuan utamanya, menyoroti frustrasi atas ekonomi dan ketidakpercayaan politik dari keluarga-keluarga pekerja miskin. Dan isu ini masih memiliki dukungan luas, kata wartawan BBC.

Sebuah jajak pendapat Jumat kemarin menunjukkan penurunan dukungan pada gerakan itu, tetapi masih pada angka 66%.

Pada pada hari Jumat itu juga, Perdana Menteri Édouard Philippe bertemu dengan perwakilan gerakan itu untuk mencoba memulai dialog.

Tujuh pengunjuk rasa yang hadir menyambutnya. Mereka adalah orang-orang moderat yang mendesak para pengunjuk rasa agar tidak turun ke ibukota.

Salah satunya, Christophe Chalençon, mengatakan dia berharap Presiden Emmanuel Macron akan "berbicara kepada rakyat Perancis sebagai seorang ayah, dengan cinta dan rasa hormat dan bahwa dia akan mengambil keputusan yang berani".

Peringkat kepercayaan terhadap Presiden Macron telah jatuh di tengah krisis. Beberapa kalangan mengkritiknya karena kurang menunjukkan sikap kuat.

Pada hari Jumat, ia mengunjungi barak polisi di pinggiran Paris untuk menunjukkan dukungannya.

Apa tindakan pemerintah?

Pemerintah mengatakan akan membatalkan kenaikan pajak bahan bakar dan tidak akan menaikkan harga listrik dan harga untuk 2019.

Masalahnya adalah bahwa unjuk rasa ini telah merembet ke berbagai masalah lain.

Memberikan konsesi di beberapa isu mungkin tidak berarti menenangkan semua pengunjuk rasa. Sebagian menuntut kenaikan upah, penurunan pajak, pensiun yang lebih baik, persyaratan lebih mudah untuk masuk universitas, dan bahkan pengunduran diri presiden.

Kini bahkan ada yang menyebut Macron sebagai 'presiden bagi orang-orang kaya saja.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya