Di waktu yang bersamaan, adik ipar Dayanti tertindih oleh reruntuhan rumahnya. Ia dan sang suami kemudian bergegas menolongnya, sementara anak pertamanya masih tertimbun reruntuhan.
"Tangan suami saya kena batu bata, jadi genggamannya lepas. Anak saya tertimbun. Waktu itu saya dan suami berusaha menolong adik ipar saya, " ungkap dia.
20 menit situasi mencekam itu berlalu, rumah yang berdiri kokoh, akhirnya rata dengan tanah. Semua keluarganya luka-luka, termasuk juga sang bayi yang direncanakan akan diberi nama Dewi Natalia itu, sementara Herdiyanto masih tertimbun reruntuhan bangunan.
"Anak saya tertimpa reruntuhan juga, semua keluarga saya kena. Adik ipar saya, hanya kepalanya saja saya yang terlihat," tuturnya.
Warga sekitar langsung melakukan pertolongan, dengan mengangkat puing-puing bangunan yang menimbun Herdiyanto. Ketika berhasil diselamatkan kondisi Herdiyanto sangat lemah, ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
(Baca Juga: Video Detik-Detik Puting Beliung di Cirebon Terbangkan Atap Rumah Warga)