Kondisi 2 Polisi Korban Penembakan Eks Anak Buah Santoso Mulai Stabil

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Selasa 01 Januari 2019 11:59 WIB
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Dua anggota polisi yang menjadi korban penembakan kelompok terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Sulawesi Tengah kondisinya mulai stabil pasca-menjalani operasi pengangkatan proyektil.

Kedua polisi tersebut masing-masing Bripka Andrew Maha Putra (Resmob Satgas 3 Tinombala) dan Bripda Baso (Sat Intelkam Polres Parigi Moutong (Parimo).

‎"Kondisi kesehatan kedua anggota pasca-operasi saat ini kondisinya stabil, dan perkembangan masih di RS Bhayangkara Polda Sulteng di Palu‎," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada Okezone di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

‎Saat ini, empat Satuan Setingkat Peleton (SSP) gabungan dari jajaran Mabes Polri diterjunkan untuk membantu Polres Parigi Moutong (Parimo) untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris Ali Kalora Cs yang merupakan mantan anak buah gembong teroris, Santoso.

"Saat ini, Satgas Tinombala Polda Sulteng masih melakukan pengejaran kelompok Ali Kalora Cs," ujarnya.

‎Sebelumnya, dua anggota polisi yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak oleh sekelompok orang yang diduga sisa sel teroris mantan anak buah Santoso pada Senin, 31 Desember 2018 kemarin.

Kedua polisi itu ditembak saat membersihkan ranting pohon yang menutup jalan rombongan setelah melakukan proses evauasi mutilasi seorang penambang emas tradisional.

Kontak tembak sempat terjadi antara polisi dengan kelompok terduga teroris. Dua polisi yang tertembak berhasil dievakuasi ke puskesmas sedangkan kelompok bersenjata itu masih dalam pengejaran.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya