BERLIN - Pemerintah Jerman secara resmi telah mengadopsi identitas interseks bagi orang-orang yang merasa tidak merasa cocok dengan identifikasi biologis sebagai laki-laki atau perempuan. Terhitung sejak 1 Januari, kaum interseks di Jerman dapat secara sah mengidentifikasi diri mereka sendiri ke dalam opsi gender ketiga, selain laki-laki dan dalam dokumen-dokumen resmi mereka seperti paspor, akte kelahiran dan kartu identitas.
Interseks adalah istilah luas yang mencakup orang-orang yang memiliki ciri-ciri gender, seperti alat kelamin atau kromosom, namun tidak sepenuhnya sesuai dengan gagasan biner khas pria atau wanita. Terkadang hal itu sudah terlihat sejak lahir, namun ada juga yang mulai terlihat pada masa pubertas.
BACA JUGA: Parlemen Jerman Setujui Opsi Gender Ketiga Selain Laki-Laki dan Perempuan
Sebagaimana diberitakan sebelumya, langkah baru ini mengikuti putusan pengadilan tinggi Jerman pada November 2017 mengenai peraturan yang berlaku tentang status sipil terhadap kaum interseks, yang menyatakan bahwa identitas seksual seseorang dilindungi sebagai hak dasar.
Wacana mengenai opsi gender ketiga “various” (yang berarti beragam atau lainnya) ini telah disetujui oleh pihak Lembaga Legislatif Jerman sejak 14 Desember lalu.
Mereka yang memilih opsi gender ketiga tersebut memerlukan keterangan dari dokter untuk mendaftarkan diri.
Beberapa negara lain juga telah menyetujui undang-undang untuk membantu mengenali orang interseks dalam beberapa tahun terakhir.