NEW YORK – Peneliti peraih hadiah Nobel, James Watson kehilangan gelar-gelar kehormatannya setelah ditarik oleh institusi penelitian terkemuka Amerika Serikat (AS). Gelar peneliti berusia 90 tahun itu ditarik setelah dia kembali menegaskan kesimpulan kontroversialnya mengenai hubungan antara ras dan tingkat kecerdasan.
Meskipun hampir setengah abad bekerja di Laboratorium Cold Spring Harbor (CSHL), Watson, seorang ahli genetika terkenal di dunia, kehilangan semua gelar kehormatannya sebagai Kanselir Emeritus, Profesor Oliver R. Grace, Profesor Emeritus, dan Wali Amanat Kehormatan, karena menolak menarik kembali kesimpulan ilmiahnya sendiri.
Pada 2007, Watson diskors dari semua posisinya di laboratorium New York menyusul skandal seputar klaimnya mengenai masa depan "yang suram" di Benua Afrika. "Semua kebijakan sosial kami didasarkan pada fakta bahwa kecerdasan mereka sama dengan kami - sedangkan semua pengujian mengatakan hal itu tidak benar," katanya kepada surat kabar New York Times pada saat itu.
Meskipun pada awalnya dia menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya sehingga dia dapat mempertahankan gelar kehormatannya di CSHL, ketika ditanya lebih dari satu dekade kemudian mengenai pandangannya tentang ras dan kecerdasan telah berubah, Watson mengatakan bahwa tidak ada yang berubah.
"Tidak semuanya. Saya ingin pandangan itu berubah, bahwa ada pengetahuan baru yang mengatakan bahwa cara Anda diasuh jauh lebih penting daripada alam, ” kata Watson sebagaimana dilansir RT dalam sebuah dokumenter dari stasiun televisi PBS, Senin (14/1/2019).